PLN Belum Dapat Pasok Gas Ke Petrokimia Gresik

Jum'at, 29 Desember 2006 | 18:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) belum dapat mengalirkan gas pada PT Petrokimia Gresik. Sebab, hingga kini belum ada kepastian siapa yang menanggung selisih harga antara gas yang dialirkan ke Petrokimia dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Gresik.

Deputi Direktur Energi Primer Tonny Agus Mulyantono mengatakan Petrokimia hanya mampu membayar gas US$ 3,5 mile mile british thermal unit (mmbtu). "Padahal PLN harus mengganti gas itu dengan BBM yang harganya jauh lebih mahal," katanya di Jakarta, Jumat (29/12).

Menurut dia, PLN pada prinsipnya bersedia untuk menyalurkan gas dari pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Gresik ke Petrokimia Gresik sebesar 27 juta kaki kubik per hari. Namun, PLN tidak bersedia menanggung selisih harga itu.

Dia menambahkan, kebutuhan gas untuk Petrokimia sebesar 49 juta kaki kubik per hari. Kebutuhan itu dipenuhi PLN 27 juta kaki kubik per hari, PGN 15 juta kaki kubik per hari, dan Kodeco 7 juta kaki kubik per hari.

Tonny menuturkan, jumlah 27 juta kaki kubik per hari setara dengan kebutuhan BBM (solar) 350 kilo liter per hari, dengan harga solar Rp 5.000 maka dibutuhkan Rp 3,7 miliar per hari untuk mengganti gas.

Juru Bicara PLN Muljo Adji menambahkan, bahan bakar PLTGU Gresik bersifat dual firing yang dapat menggunakan gas dan solar. "Tapi hanya dua blok, kalau lebih dari itu tidak bisa," katanya.

Menurut Muljo, jika Petrokimia Gresik meminta tambahan pasokan gas PLN tidak bisa melebihi 27 juta kaki kubik per hari. Sebab dari 3 unit di PLTGU Gresik hanya 2 unit bisa "dual firing" sehingga kalau melebihi bisa menggurangi kapasitas pembangkit listrik Gresik yang semula sekitar 500 MW.

Dalam sidang kabinet soal Lapindo, Kamis (28/12) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar PLN memberikan sebagian gas di PLTU Gresik ke Petrokimia Gresik. Hal itu terkait dengan kerusakan pipa gas milik Pertamina yang memasok Petrokimia di Porong Sidoarjo akibat lumpur panas pada, November silam.

MUHAMAD FASABENI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: