BI: Nilai Tukar Rupiah 2007 Tergantung Impor
Jum'at, 29 Desember 2006 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono menuturkan, nilai tukar rupiah pada 2007 akan bergantung pada berapa kebutuhan impor nasional serta surplus perdagangan.
“Berapa kursnya tergantung dua hal itu,” tuturnya di Jakarta, Jumat (29/12).
Menurut dia, proyek investasi tahun depan akan membutuhkan barang dan modal. Sehingga, boleh jadi impor barang mentah meningkat. Kalau melihat impor yang meningkat belakangan ini, kata dia, tren nilai tukar rupiah secara umum akan melemah dari saat ini.
Hartadi enggan menyebutkan kisaran perlemahan nilai tukar rupiah tahun depan. Dia hanya memastikan, rupiah tetap bisa menguat jika perdagangan internasional meningkat. Sebab, hasilnya akan menaikkan cadangan devisa. Dari posisi cadangan devisa itu, investor akan melihat penguatan perekonomian Indonesia.
“Sehingga investor juga terdorong untuk investasi di sini dan ini akan memperkuat nilai tukar,” paparnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin sebelumnya pernah menyebutkan, rupiah akan menguat di kisaran Rp 8.500-9.000 per dolar Amerika Serikat. Syaratnya, pemerintah memperhatikan program ekspor tahun depan.
Dia juga optimistis cadangan devisa akan mencapai US$ 45 miliar. Saat ini, cadangan devisa tercatat US$ 41,1 miliar.
AGOENG WIJAYA
Topik :




Komentar Anda :