Pemerintah Ingin Direksi Telkom Diganti
Rabu, 03 Januari 2007 | 16:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah akan mendesak pergantian direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 26 Januari. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengatakan ada dua pertimbangan utama yang membuat pemerintah melakukan "reformasi kepemimpinan" itu. "Kinerja dan chemistry (kecocokan) di antara direksi," kata Sugiharto di Hotel Borobudur, Jakarta.
Menurut Menteri Sugiharto, perubahan direksi bisa terjadi karena direksi tak menunjukkan kinerja terbaik, mengundurkan diri, berhalangan tetap, meninggal dunia atau terlibat korupsi. Tapi, ia enggan menyebutkan nama kandidat pengganti direksi yang sudah dibahas tim penilai akhir yang diketuai wakil presiden.
Ide pergantian direksi dilontarkan oleh Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng. Pada Agustus tahun lalu, komisaris mengirim surat kepada pemerintah selaku pemegang saham agar mencopot Arwyn Rasyid dari posisi direktur utama. Tapi permintaan mereka ditolak. Pemerintah meminta direksi dan komisaris dapat bersinergi menyelesaikan persoalan. Kini, justru pemerintah yang meminta pergantian direksi. Agenda lainnya dalam rapat umum itu, penjualan saham Telkom kepada karyawan dan direksi.
Budi Riza





