Skema Baru Rumah Sederhana Ditolak
Rabu, 03 Januari 2007 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Skema pembiayaan rumah sederhana dengan sistem baru yang diajukan Real Estate Indonesia (REI) belum dapat diterima pemerintah. Sebab menurut Asisten Deputi Kerja Sama Pembiyaan Kementerian Perumahan Rakyat, Rifaid, skema itu sangat memberatkan konsumen.
Beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal REI Teguh Satria mengatakan skema baru itu adalah konsumen hanya perlu membayar cicilan bunga selama dua tahun pertama. Sedangkan cicilan pokok baru dilakukan setelah masuk tahun ketiga.
Rifaid menilai beban konsumen untuk membayar cicilan memang lebih ringan di dua tahun pertama. Namun, kenaikan cicilan di tahun ketiga menjadi sangat besar. "Kenaikannya bisa 100 - 200 persen," kata Rifaid hari ini.
Bila skema REI tidak bisa diterima maka pemerintah tetap menggunakan skema sebelumnya berupa subsidi selisih bunga. Rumah sederhana yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau di bawah Rp 2,5 juta dijual dengan harga Rp 42 juta.
Rieka Rahadiana





