Satelit Radar Bisa Mencari Pesawat Hilang

Senin, 08 Januari 2007 | 01:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pencarian pesawat terbang Adam Air yang hilang 31 Desember lalu di wilayah Sulawesi dapat menggunakan satelit radar yang beroperasi di orbit rendah atau low earth orbits (LEO). Satelit ini biasa digunakan untuk kepentingan militer.

Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Tonda Priyanto mengatakan satelit LEO dapat menangkap sinyal lemah yang dipancarkan dari bumi melalui sistem remote sensing. “Termasuk sinyal darurat dari pesawat terbang,” kata Tonda kepada Tempo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Satelit LEO beroperasi pada ketinggian 150 kilometer yang selalu bergerak mengitari bumi dengan kecepatan yang lebih tinggi dari gerakan bumi. Satelit jenis ini biasa digunakan untuk foto udara dan penginderaan atau radar dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Namun, kata dia, Indonesia belum memiliki satelit ini sehingga jika ingin menggunakannya harus bekerja sama dengan negara yang memilikinya. “Seperti Jepang, Amerika Serikat atau negara lain,” ujarnya. “Tergantung jadwal satelit itu melewati Indonesia.”

Menurut Tonda, sinyal darurat atau sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) yang dipancarkan pesawat Adam Air yang hilang itu diperkirakan sudah tidak ada lagi karena waktu hidup baterainya paling lama empat hari sejak mulai aktif. Karena itu pencarian bisa dilakukan dengan satelit LEO.

Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim