Astra Bangun Pabrik Biodisel Di Kalimantan Tengah

Senin, 08 Januari 2007 | 18:40 WIB

TEMPO Interaktif, Pangkalan Bun:Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang meresmikan pabrik biodiesel pertama di wilayahnya. Perusahaan itu milik PT Astra Agro Lestari Tbk di Desa Sido Mulyo, Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat. Pabrik tersebut disiapkan untuk membuat biodiesel dengan baku jarak dalam skala komersial.

Menurut Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Maruli Gultom, saat ini biodiesel berbasis crude palm oil (CPO) sudah lama menjadi wacana. Dia mengatakan, konsumsi CPO dunia meningkat tajam. Akibatnya, bahan baku untuk biodisel menjadi mahal.

"Pabrik mini percobaan ini, dibangun untuk mempersiapkan produksi biodiesel berbahan baku jarak pagar dalam skala komersial," kata Maruli, Senin (8/1). Saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba penanaman jarak pagar di Kalimantan Timur.

Menurut dia, jika kebun percobaan dapat menghasilkan produksi 8 ton biji kering per hektar setiap tahun, maka Astra Agro akan membangun kebun jarak dengan kapasitas 150 ribu ton. Untuk produksi sebanyak itu dibutuhkan lahan 50 hektar.

Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang mengatakan, pendirian pabrik biodiesel akan memberikan kontribusi signifikan penyediaan bioenergi nasional. Menurut dia, dari sekitar 300 unit perkebunan besar yang terdaftar di wilayahnya, lahan yang sudah dimanfaatkan baru 23,45 persen. "Dari 300 unit perkebunan baru 104 unit yang operasional dengan area sekitar 1,7 juta hektar," katanya.

KARANA WW






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: