Angka Kemiskinan Akan Ditekan
Rabu, 10 Januari 2007 | 09:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berkomitmen memberantas kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan tahun ini pemerintah menginginkan akselerasi pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi masyarakat.
Dia menjelaskan sejumlah program telah disiapkan, di antaranya membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan melalui kenaikan upah. "Revisi paket investasi akan dilakukan, mana yang masih layak dan kondusif untuk meningkatkan investasi," kata Boediono.
Untuk perbaikan investasi, paket infrastruktur akan ditinjau ulang. Caranya, menurut dia, antara lain dengan mempermudah perizinan dan memberi dana talangan pembebasan lahan. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan bank sentral untuk merangsang pencairan kredit di sektor riil.
Di sektor keuangan, pembentukan forum stabilitas keuangan akan segera dimantapkan. Forum ini dapat menjembatani kebijakan dalam bidang fiskal dan moneter.
"Orang-orangnya akan segera ditentukan," kata Boediono.
Paket penting lainnya adalah mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, yaitu dengan pemberian kredit lunak, kemudahan perizinan, dan pelatihan. UKM memegang peran penting karena, menurut Boediono, "Bisa mendukung penyerapan tenaga kerja."
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan di bidang energi, antara lain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dengan mempopulerkan penggunaan bioenergi.
Boediono optimistis pemberantasan kemiskinan tahun ini dapat lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Penyebabnya antara lain inflasi dapat ditekan menjadi 6,6 persen pada 2006. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun lalu secara makro juga lebih baik. Ini ditandai dengan makin meningkatnya konsumsi masyarakat.
Menurut ekonom dari Universitas Indonesia, Nina Sapti, langkah yang dilakukan pemerintah selama ini ternyata belum terlihat dampaknya. Selama dua tahun terakhir, tidak terlihat penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan.
Nina menyarankan agar pemerintah membuat program-program yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak, misalnya dalam sektor pertanian. "Yang dibutuhkan saat ini adalah strategi pemerintah yang langsung menyerap tenaga kerja," kata Nina.
Sektor pertanian, menurut Nina, seharusnya menjadi andalan. Sebab, sektor ini amat penting dan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dia juga menyarankan agar pemerintah segera membuat insentif yang menarik untuk mendorong investasi di bidang pertanian.
Anton Aprianto





