Pemerintah Masih Godok Calon Direksi Telkom
Kamis, 11 Januari 2007 | 00:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akhirnya menunda pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) karena masih terus menggodok sejumlah agenda, termasuk soal calon anggota direksi baru.
Semula perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu akan menggelar rapat pemegang saham pada 26 Januari, tapi kemudian ditunda menjadi 28 Februari mendatang.
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto mengatakan, di samping perombakan manajemen, pemerintah masih menggodok rencana penjualan saham kepada karyawan dan dana pensiun. "Itu (pergantian jajaran direksi) masih terus dianalisis," ujar Sugiharto kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan akan memasukkan agenda perubahan susunan direksi pada rapat pemegang saham 26 Januari. Langkah ini terkait dengan upaya pemerintah melakukan reformasi kepemimpinan pada perusahaan telekomunikasi tersebut.
Salah satu pangkal masalah yang disorot pemerintah adalah tidak harmonisnya hubungan di antara anggota direksi komisaris. Tahun lalu jajaran komisaris telah mengirimkan surat kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengusulkan agar Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid diganti.
Alasannya, kinerja perusahaan dinilai tidak memuaskan. Padahal tren kinerja keuangan perusahaan secara konsolidasi terus meningkat. Seorang pejabat di pemerintahan malah menyatakan laba akhir tahun 2006 perusahaan bisa meningkat lebih dari satu triliun.
Budiriza






Komentar Anda :