Tren Pasar Telepon 3G Tetap Marak
Kamis, 11 Januari 2007 | 08:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tren penjualan telepon seluler berbasis teknologi generasi ketiga (3G) tahun ini akan tetap marak dan diperkirakan masih akan terus meningkat.
Berdasarkan pantauan Tempo di pusat penjualan telepon terbesar, yakni ITC Roxy Mas, Jakarta Barat, dan Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta Selatan, handset 3G tetap diminati pembeli.
Apalagi kini handset 3G, yang mulai pertama kali diperkenalkan ke pasar dalam negeri hampir dua tahun lalu, lebih bervariasi dari soal harga, model, dan fungsi.
Telepon-telepon ini ada yang dilepas di atas Rp 4 juta sampai di atas Rp 6 juta. Tapi ada juga konsumen yang kini bisa memperoleh telepon 3G dengan harga di bawah Rp 2 juta per unit. Dua merek telepon, Nokia dan Sony Ericsson, bersaing ketat memperebutkan pasar telepon generasi terbaru ini.
Alam, pemilik toko telepon di ITC Roxy Mas, mengaku rata-rata mampu menjual handset 3G sebanyak 100 unit per bulan. Bahkan, beberapa bulan terakhir, permintaan makin meningkat.
Menurut dia, Nokia seri N untuk 3G yang dijual seharga Rp 6,6 juta per unit merupakan masterpiece karena fungsi dan fiturnya benar-benar canggih. "Tapi produk ini jarang dibeli konsumen karena harga yang mahal. Kecuali bagi yang berkantong tebal," kata Alam kepada Tempo.
Untuk konsumen yang berkantong pas-pasan, dia menambahkan, konsumen biasanya memilih membeli handset 3G merek Sony Ericsson. Sony Ericsson seri K dilepas pada harga Rp 1,9-2,3 juta.
Menurut Alam, telepon 3G umumnya diminati konsumen berusia 20-40 tahun. Adapun motivasi konsumsi terhadap produk ini umumnya disebabkan oleh rasa ingin tau. "Orang kita banyak yang penasaran," ujar dia.
Abun, pemilik toko lainnya di Roxy Mas, mengatakan minat konsumen telepon berbasis teknologi generasi terbaru di kiosnya mencapai 70 persen dari total penjualan, baik baru maupun bekas.
"Hanya untuk penjualan 3G, kami bisa meraup keuntungan kotor Rp 60 juta per bulan. Ini belum termasuk penjualan telepon generasi sebelum 3G," katanya.
Lisa, salah seorang penjaga toko telepon di Mal Ambasador, mengatakan telepon yang dijual pada harga Rp 2 juta per unit banyak diminati pembeli. Penjualan Sony Ericsson seri K yang dilepas dengan harga sekitar itu menguasai 70 persen dari total penjualan handset 3G di kiosnya.
Dia juga mengakui minat konsumen membeli telepon 3G makin meningkat. Sayangnya, menurut Lisa, ini tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas jaringan oleh operator. Apa yang dijanjikan sering tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Danny Laksono, pramuniaga di toko lainnya di Mall Ambasador, juga mengungkapkan penjualan telepon 3G terus meningkat karena fungsi yang ditawarkan lebih lengkap dibanding generasi sebelumnya. "Sekarang kita bisa ngomong face to face," katanya.
Riky Ferdianto





