BI Imbau Pelaku Pasar Tak Cemaskan Efek Thailand

Kamis, 11 Januari 2007 | 17:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menegaskan pelaku pasar dan investor tak perlu mengkhawatirkan efek kekisruhan pasar keuangan Thailand terhadap pasar saham dan pasar uang nasional. Kejatuhan Bursa Efek Jakarta dan rupiah terimbas dampak negeri Gajah Putih selama tiga hari terakhir tak akan berlangsung lama. "Itu hanya sementara saja," kata Gubernur BI Burhaduddin Abdullah di Jakarta, Kamis (11/1).

Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono menambahkan, pelaku pasar juga tak perlu mencemaskan bakal terjadinya arus dana ke luar negeri (capital outflow). Sebab pasar portofolio-- saham dan uang--tidak bisa dilihat dalam jangka pendek. "Jadi jangan khawatir. Sepanjang prospek ekonomi kita baik, investor akan tetap di sini," ujarnya.

Selasa lalu, pasar keuangan di Thailand bergolak setelah pemerintahnya membatasi kepemilikan asing pada perusahaan-perusahaan dalam negeri hingga di bawah 50 persen.

Hari ini pasar saham Jakarta sudah tak bergolak lagi. Indeks saham hanya turun tipis 6,53 poi (0,34 persen) ke level 1.703,844. Adapun rupiah melemah 40 poin menjadi 9.120 per dolar Amerika Serikat

Menurut Hartadi, nilai tukar rupiah tersebut masih berada pada kisaran aman. Bertahannya nilai tukar rupiah saat ini menunjukkan kondisi pasar uang nasional mempunyai ketahanan terhadap sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: