Kode Area Diciutkan, Tarif Akan Murah

Jum'at, 12 Januari 2007 | 10:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. mendukung rencana pemerintah menciutkan jumlah nomor kode area telepon yang ada sekarang.

Menurut Wakil Direktur Utama Telkom Garuda Sugardo, banyaknya jumlah kode area yang ada sekarang membuat masyarakat enggan berkomunikasi. "Untuk menelepon ke kabupaten yang berbeda, masyarakat dikenai biaya SLJJ (sambungan langsung jarak jauh)," ujar Garuda.

Dia menjelaskan saat ini cakupan wilayah kode area untuk kota besar sangat luas, hingga meliputi beberapa kabupaten. Sebaliknya, untuk kota kecil, cakupannya satu kabupaten saja. Ini menyebabkan mobilitas komunikasi masyarakat di kota kecil sangat terbatas karena, saat menelepon, warga dikenai tarif interlokal.

"Pada akhirnya ini berpengaruh terhadap pendapatan Telkom dari unit telepon tetap (rumah)," kata Garuda.

Dengan kode area yang baru, dia menambahkan, masyarakat tidak akan segan-segan melakukan panggilan telepon karena tarifnya akan menjadi lebih murah lantaran tarifnya akan menjadi tarif lokal.

Karena itu, penomoran kode area memang perlu dikaji ulang. Penerapan kode area saat ini terdapat unsur ketidakadilan antara masyarakat kota besar dan kota kecil.

Menurut Garuda, jika pemerintah kesulitan mengurangi jumlah kode area, pemerintah bisa menerapkan perluasan sistem pentarifan dari kode area yang ada. Tarif kode area Jakarta (021), misalnya, bisa disatukan dengan kode area Bogor (0251).

Garuda mengakui pengurangan jumlah kode area memerlukan sosialisasi untuk waktu yang lama, terutama untuk komunikasi internasional.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana mengurangi jumlah kode area telepon di Indonesia menjadi delapan kode area dari saat ini, yang mencapai sekitar 200 kode. Dengan pengurangan jumlah kode area itu, nantinya wilayah cakupan kode area akan menjadi lebih luas.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, pengurangan jumlah kode area itu bagus untuk industri dan masyarakat. Rencana ini baik diimplementasikan jika memang membawa kemudahan, seperti tarif menjadi lebih murah.

Perluasan cakupan wilayah kode area itu juga akan mempermudah pengaturan yang selama ini tidak seragam di semua daerah. Kota-kota yang berdekatan, seperti Jakarta dan Bogor, sebaiknya memiliki kode area yang sama.

Eko Nopiansyah/Oktamandjaya Wiguna

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan