Belanja Iklan Februari Akan Anjlok
Jum'at, 09 Februari 2007 | 00:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Narga S. Habib memperkirakan, belanja iklan pada Februari akan turun sekitar 20 persen akibat banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak pekan lalu. “Satu bulan ini pasti drop,” kata Narga kepada Tempo.
Menurut dia, penurunan belanja iklan itu berasal dari komoditas non-primer seperti produk elektronik, otomotif, dan handset telepon seluler. Pasalnya, konsentrasi masyarakat Jakarta saat ini masih tertuju kepada upaya penanggulangan banjir.
Khusus untuk produk otomotif, Narga menambahkan, memang akan terjadi penurunan belanja iklan. Tapi untuk produsen jenis kendaraan sport serba guna (sport utility vehicle), justru akan memanfaatkan situasi ini untuk mengiklankan kendaraan yang relatif tangguh di medan banjir.
Musibah banjir tidak akan berdampak pada komoditas retail yang produknya tersebar di pasar tradisional maupun modern. “Terlebih bagi produk-produk yang strategi beriklannya sudah pada tahap pembentukan citra,” kata dia.
Namun, menurut Narga, secara umum belanja iklan tidak akan terpengaruh. Penurunan belanja iklan komoditas non-primer juga tidak akan berlangsung lama karena produsen akan segera melakukan konsolidasi.
Karena itu, dia optimistis, belanja iklan sampai akhir tahun ini bisa tumbuh 15 persen dari belanja iklan tahun lalu. Berdasarkan hitungan riil perusahaan-perusahaan periklanan, tahun lalu belanja iklan mencapai Rp 12 triliun.
Menurut Narga, pertumbuhan volume iklan tahun ini masih akan disumbang dari industri telekomunikasi. Apalagi saat ini ada tiga operator telepon seluler baru yang sedang memperebutkan pasar. Pertumbuhan juga berasal dari produk kebutuhan rumah tangga dan kampanye pemilihan kepala daerah seperti Jakarta.
Ketika dimintai konfirmasi, Kepala Komunikasi Perusahaan Nielsen Company Winda Ekariyani belum bisa memperkirakan persentase penurunan belanja iklan akibat banjir. “Ini baru bisa diketahui satu bulan setelahnya (banjir),” katanya.
Berdasarkan survei Nielsen Media Research, total belanja iklan tahun lalu mencapai Rp 30 triliun. Sumbangan terbesar berasal dari produk telekomunikasi, rokok, perawatan rambut, dan otomotif.
Riky Ferdianto





