Bursa Jakarta Terus Tertekan

Jum'at, 09 Februari 2007 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Jakarta melemah 11, 002 poin (0,628 persen) menjadi 1.740,317. Penurunan saham bluechips memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan indeks.

"Ini sudah terjadi dua hari berturut-turut setelah sempat naik 7 Februari lalu," kata analis PT Sarijaya Sekuritas Rafdi Prima saat dihubungi, Jumat (9/2).

Sebagian besar saham sektor perbankan dan telekomunikasi mengalami koreksi pada perdagangan hari. Rafdi mengatakan, adanya ketakutan soal kredit macet membuat investor mengurangi posisi di perbankan. "Itu karena pengaruh banjir," kata dia.

Hal tersebut, kata Rafdi, ditambah dengan pencapaian kinerja laba bersih PT Bank Danamon Tbk. yang turun 33 persen. "Investor khawatir itu juga akan menimpa bank lain," katanya. Saham Danamon ditutup melemah 250 poin (4,35 persen) ke level 5.500.

Padahal, indeks regional menunjukkan peningkatan karena naiknya saham di sektor perbankan. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) juga terus mengalami penurunan akibat sentimen pergantian direksi dan terendamnya jaringan sentral telepon otomat (STO). Telkom melemah 200 poin (2,15 persen) ke level 9.100.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. melemah 200 poin (4 persen) ke 4.800 dan Bank Central Asia Tbk. turun 50 (0,99 persen) ke 5.000. Sedangkan saham yang mendorong indeks adalah PT Astra Internasional menguat 400 menjadi 15.150 dan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik 200 ke 2.120.

Rafdi memperkirakan kecenderungan penurunan indeks masih terus berlangsung minggu depan. Hal tersebut, katanya, karena kondisi makro ekonomi tidak memicu saham dalam negeri. "Indeks regional pun kondisinya hampir sama dengan indeks lokal," katanya.


Desy Pakpahan-TNR






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: