Pemerintah Masih Kaji Divestasi Bank Negara
Sabtu, 10 Februari 2007 | 19:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. kian mantap. Menteri Negara Badan Usaha MIlik Negara Sugiharto menyatakan pemerintah telah setuju dengan rencana tersebut.
Namun dia tidak bersedia menyebutkan jumlah saham yang akan dilepas. "Kalau menurut ketentuan, diperbolehkan 40 hingga 49 persen," katanya usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit 3 dan 4 di Tanjung Priok hari ini.
Besarnya jumlah saham yang akan dilepas, kata dia, harus dikonsultasikan dahulu dengan Dewan Perwakilan Rakyat komisi VI dan XI. Selain itu juga sangat tergantung pada harga dan target size. "Sedang dikonsultasikan ke DPR dan para penasehat keuangan strategi mana yang baik, two step atau one step," kata dia.
Bagi Bank Mandiri, Sugiharto meminta bank ini untuk menurunkan kredit seretnya hingga dibawah 5 persen. "Kalau sudah di bawah lima persen, saat itulah kami berpikir untuk reload ke pasar," katanya.
Sedangkan Bank Tabungan Negara, dia mengatakan perlu dilakukan beberapa evaluasi. Dia mengharapakan dalam rapat komite privatisasi yang akan datang BTN dapat dimasukkan pada daftar penjualan saham. "Karena ini bersifat dinamis dan market-nya banyak sekali," kata Sugiharto.
Desy Pakpahan





