|
BNI Rights Issue Terlebih Dahulu
Senin, 12 Pebruari 2007 | 16:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Divestasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. akan dilakukan dengan penawaran saham terbatas (rights issue) terlebih dahulu. Perseroan menggunakan data laporan keuangan bulan Desember 2006 sehingga proses rights issue dilakukan paling lambat Juni 2007.
"Pada bulan Mei 2007 akan diadakan rapat umum pemegang saham luar biasa untuk membahas rights issue," kata Direktur Utama BNI, Sigit Pramono, di Jakarta, Senin (12/2).
Menurut Sigit, dana yang diharapkan diraup dari rights issue sekitar Rp 3-4 triliun. Dengan adanya proses penawaran saham terbatas tersebut, rencana penerbitan obligasi sub-debt akan ditunda tahun 2008. "Kami tetap berencana menerbitkan sub-debt, tapi mungkin tahun depan," katanya.
Dia menjelaskan, laba bersih perseroan tahun 2006 non audit sebesar Rp 1,9 triliun. Tahun ini kredit diproyeksikan tumbuh 20 persen atau ada tambahan kredit sebesar Rp 12,1 triliun. Sehingga outstanding kredit perseroan pada akhir tahun ini mencapai Rp 78 triliun. Sepanjang tahun lalu kredit BNI sebesar Rp 66 triliun. BNI masuk dalam program privatisasi pemerintah tahun 2007 bersama 14 BUMN lain, seperti PT Jasa Marga, Garuda Indonesia, Merpati Airlines, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Wijaya Karya.
Saat ini pemerintah memiliki 99 persen saham BNI dan setelah proses penjualan pemerintah mengharapkan kepemilikan sekitar 51 persen. Pemerintah memberikan skema divestasi dengan dua opsi yakni rights issue dan secondary offering. (YULIAWATI - TNR)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|