Esia dan Wifone Buka Jaringan Baru di 17 Kota
Senin, 12 Februari 2007 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:PT Bakrie Telecom Tbk, perusahaan operator telepon tanpa kabel, menargetkan membuka layanan baru telepon Esia dan Wifone di 17 kota tahun ini.
"Proyek jaringan baru ini kami rencanakan dimulai bulan April, dimulai dari kota Solo," jelas Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services Bakrie Telecom
kepada wartawan usai menghadap Walikota Solo, Joko Widodo, di Balaikota Solo, Senin (12/2).
Rakhmat menambahkan, Solo sengaja dipilih untuk yang pertama karena potensinya yang sangat
besar. "Semata-mata karena pertimbangan
komersial. Dari masukan masyarakat, banyak permintaan masuk berasal dari Solo agar layanan Esia dan Wifone segara masuk kota ini."
Selain itu, hasil survei juga menyebutkan pangsa pasar di wilayah tersebut sangat besar. Setelah Solo akan menyusul enam kota lain yang direncanakan selesai pertengahan tahun ini. Yaitu Yogyakarta, Malang, Semarang, Medan, Padang dan Surabaya.
"Nantinya akhir tahun akan selesai semua 17 kota," paparnya.
Untuk keperluan ekspansi jaringan di 17 kota baru di Indonesia tersebut, Bakrie Telecom telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2 triliun sebagai
belanja modal. "Sumber dana akan berasal dari vendor
financing, institusi finansial dan dana internal perusahaan."
Dari pembukaan jaringan baru di 17 kota tersebut, Bakrie Telecom menargetkan dapat menambah jumlah total pelanggan menjadi 3,6 juta pada tahun 2007
ini. "Tahun lalu kami telah melampaui jumlah pelanggan diatas 1,5 juta yang merupakan pencapaian di atas target," katanya.
Dia menambahkan, untuk mendukung pembukaan jaringan baru, Bakrie Telecom juga akan menambah 800 BTS lagi.
Hanya saja, Rakhmat menjelaskan, ekspansi jaringan di 17 kota itu akan bisa terlaksana dengan lancar jika kendala migrasi frekwensi dan interkoneksi bisa
diselesaikan secepatnya.
Menurut dia, ketersediaan layanan telekomunikasi di masyarakat sangat tergantung pada
kesediaan operator untuk saling menyediakan jalur atau interkoneksi. "Tanpa kesediaan berbagi jalur, maka percakapan telepon yang terjadi hanyalah
diantara sesama pelanggan operator tersebut." (anas syahirul)





