Bank Dunia: Investasi Infrastruktur Terlalu Rendah

Senin, 12 Februari 2007 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Dunia menyatakan dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara investasi Indonesia untuk infrastruktur publik terlalu rendah. Pendapat ini muncul dari laporan terbaru Bank Dunia bertajuk "Kajian Pengeluaran Publik Indonesia: Memaksimalkan Peluang Baru" yang dipaparkan di Jakarta.

Menurut Bank Dunia, investasi infrastruktur publik bahkan mengalami penurunan secara dramatis setelah krisis ekonomi sampai hanya sekitar 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2000. "Indonesia berada pada urutan paling bawah dalam pelayanan terhadap akses air bersih, listrik dan sanitasi," sebut Bank Dunia dalam laporannya.

Menurut Bank Dunia, hanya 40 persen dari penduduk Indonesia memiliki akses terhadap air keran (PDAM) dan sepertiga penduduk Indonesia atau lebih dari 70 juta orang tidak memiliki akses jaringan listrik. Keadaan ini tak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Total investasi infrastruktur publik--dari keseluruhan sektor publik, BUMN dan swasta-- hanya berjumlah 3,4 persen PDB atau sekitar US$ 10,2 miliar,

Agus Supriyanto






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: