Pemerintah Kuatir PLN Gagal Bayar

Rabu, 14 Februari 2007 | 17:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengkuatirkan PT PLN (Persero) akan mengalami kegagalan membayar (default) bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli melalui tender.

"Kalau pun mau tender (BBM) jangan sampai PLN default, " kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J.Purwono, seusai acara pemberian bantuan alat pemutus sirkuit arus listrik kepada korban banjir di Jakarta, hari ini.

Purwono menjelaskan, kekuatiran itu muncul, karena pembelian BBM melalui tender mewajibkan PLN membayar sesuai mekanisme dalam kontrak. Padahal, selama ini, PT Pertamina (Persero) yang mensuplai kebutuhan bahan bakar minyak bagi PLN, memberikan keleluasaan waktu pembayaran. "PLN bisa membayar terlambat," tutur dia.

Rencana PLN membeli bahan bakar minyak melalui tender adalah untuk mendapatkan harga yang lebih murah ketimbang membeli dari Pertamina. Namun, hingga kini pun PLN masih belum melunasi tagihan Pertamina sebesar Rp 13 triliun.

Purwono meminta PLN mengkaji lagi rencana membeli BBM melalui tender. Kajian meliputi untung rugi tender dibanding mekanisme sebelumnya serta kemampuan finansial PLN. "Jangan sampai, setelah tender, PLN malah sulit membayar," tuturnya.

NIEKE INDRIETTA

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: