Beras Sebabkan Inflasi Melonjak
Kamis, 15 Februari 2007 | 18:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah khawatir kenaikan harga beras akan menyebabkan inflasi Februari melonjak. Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Widjanarko Puspoyo, mengatakan setiap kenaikan harga beras sebesar 15% menyumbang kenaikan inflasi tingkat nasional sebesar 0,06%.
Kenaikan harga beras sejak Maret 2006 hingga Februari 2007, kata Widjanarko, telah menyumbang inflasi sebesar 33%. “Inflasi harus kita cegah," kata Widjanarko.
Dia mengakui, operasi pasar cukup efektif menekan harga beras. Kemarin sore di Pasar Induk Cipinang, harga turun hingga Rp 400. Operasi pasar ini rawan tengulak. Solusinya, kata dia, tengkulak tidak boleh mmebeli. Selain itu, harus dibatasi.
Dia menjelaskan, target operasi pasar adalah 3 sasaran yaitu pedagang grosir, pedagang pasar tradisional dan masyarakat umum. Membedakannya, kata dia, dengan mekanisme pasar kepada pasar, pasar kios kepada pasar kios dan pasar grosir ke pasar grosir.
Widjanarko juga tidak mau menyebutkan stok bulog saat ini. Dia hanya menyatakan cukup. Apalagi Bulog sudah memiliki kesepakatan impor beras dengan Vietnam.
Badriah





