SBI Tidak Tekan Perbankan

Senin, 19 Februari 2007 | 18:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia membantah rendahnya bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan bisa menimbulkan kontraksi di perbankan. Tipisnya margin pendapatan perbankan SBI tiga bulan dan beban tingkat deposito adalah konsekuensi yang harus ditanggung.

Direktur Perencanaan Strategis dan Humas Bank Indonesia, Budi Mulya mengatakan bunga 8,1 persen SBI tiga bulan adalah hasil akhir transaksi sederhana lelang. "Jadi tidak ada kaitannya dengan standar kebijakan BI," kata Budi.

Dia mengakui, bunga SBI tiga bulan dijadikan acuan obligasi rekap perbankan. Tapi bukan bagian dari kebijakan BI.

Budi yakin, perbankan akan mempertimbangkan kebijakan lainnya seperti BI rate dan SBI satu bulan dalam menentukan suku bunga deposito dan pinjaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, penurunan SBI tiga bulanan dari level 9 menjadi 8,1 persen yang tidak diikuti oleh LPS rate, menurut para pengamat akan menimbulkan kontraksi perbankan. Sebab, pendapatan obligasi rekap akan turun mengikuti SBI tiga bulan. Sedangkan biaya dana bunga deposito tidak turun mengikuti LPS rate.


AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :