SBI Tetap Menjadi Instrumen Moneter

Selasa, 20 Februari 2007 | 03:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia memastikan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tetap akan dipakai sebagai instrumen pengelolaan moneter, meski upaya perluasan intrumen moneter terwujud.

Direktur Perencanaan Strategis dan Humas Bank Indonesia Budi Mulya menyatakan, dana likuiditas yang berlebihan nantinya bisa tetap ditampung melalui SBI atau instrumen lainnya. Dana likuiditas yang tertampung dalam SBI masih terlalu besar dibandingkan dengan alternatif instrumen moneter lain, seperti Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Dana dalam SBI saat ini mencapai Rp 235 triliun, sedangkan dana di Surat Utang Negara (SUN) hanya berkisar pada Rp 46 triliun (net). "Yang saya pahami nilai SPN nanti juga tidak akan sebesar SUN. Jadi tidak sesederhana itu menghapus SBI," kata Budi di gedung Bank Indonesia, Jakarta. "Ini cerita soal Rp 235 triliun." Apalagi, menurut dia, sesuai dengan Undang-Undang SPN hanya berjangka satu tahun dan SUN berjangka waktu 10-20 tahun.

Agoeng Wijaya






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: