Induk Usaha Pertambangan Akan Jadi Terbuka

Kamis, 22 Februari 2007 | 17:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan induk pertambangan Indonesian Resources Company (IRC) akan menjadi perusahaan terbuka. Menurut Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk., Kurniadi Atmosasmito mengatakan langkah menjadi perusahaan terbuka dilakukan setelah perusahaan induk tersebut mapan. "Nanti kalau sudah bagus perusahaannya, mungkin bisa ke arah sana," katanya kemarin.

Kurniadi mengatakan, untuk tahap awal IRC hanya merupakan peralihan kepemilikan saham pemerintah kepada induk usaha. Sedangkan saham publik tetap berada pada perusahaan di bawahnya, yakni Antam, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. dan PT Timah Tbk.

Pembentukan IRC tersebut, lanjut Kurniadi, akan menguntungkan perusahaan dan pemegang saham karena meningkatkan kapitalisasi pasar menjadi sekitar US$ 4 miliar. Selain itu biaya untuk pelaksanaan proyek baru akan lebih murah.

"Kalau proyeknya bertumbuh, perusahaan juga bertumbuh, dividen untuk pemegang saham minoritas juga akan lebih besar," katanya.

Kurniadi menambahkan , dibandingkan industri semen, induk usaha pertambangan akan lebih menguntungkan karena bergerak di bisnis yang berbeda. "Semen kalau digabung akan berebut pasar. Kalau IRC kan sendiri-sendiri," katanya.

Saat ini, lanjut dia, kajian pembentukan IRC telah diserahkan ke Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Perusahaan juga akan meminta persetujuan pemegang saham. Kurniadi memastikan akan tercapai kesepakatan dari pemegang saham. "Kami akan sampaikan pada pemegang saham manfaat dari pembentukan induk usaha ini," katanya.

Desy Pakpahan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: