Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perumnas Minta Pemerintah Tutup Kerugian
Selasa, 27 Pebruari 2007 | 02:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Perum Perumnas meminta pemerintah menutup selisih antara pendapatan dan pengeluaran perusahaan serta menyuntikkan modal untuk program rumah generik.

Direktur Utama Perum Perumnas Harry Jasa Slawat dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi Infrastruktur DPR kemarin menuturkan dana yang diminta Rp 79,42 miliar. Dari dana tersebut, menurut dia, Rp 11,65 miliar dipakai untuk menutup kerugian.

Berikutnya, kata dia, Rp 18,8 miliar akan digunakan untuk pengelolaan rumah susun sederhana sewa. "Sisanya untuk penyediaan rumah sederhana sehat," tuturnya.

Selain itu, Harry melanjutkan, modal tambahan yang dibutuhkan untuk proyek rumah generik Rp 300 miliar. Program ini sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

"Untuk membangun rumah generik tipe 27 sebanyak 10 ribu unit pada tahun pertama, dan 109.440 unit dalam waktu lima tahun," kata dia.

Penambahan modal itu, menurut dia, merupakan dana bergulir (revolving fund).Rencana Perum Perumnas ini disambut protes sejumlah anggota Komisi.

Salah satunya anggota Fraksi Golkar, Enggartiasto Lukito, yang mengatakan permintaan Perumnas itu hanya menambah beban anggaran pendapatan dan belanja negara. "Bangun tidak banyak, (tapi) nambah beban APBN," ujarnya.

Dia mengingatkan, sebagai perusahaan umum, Perumnas seharusnya tidak mengutamakan laba. "Untuk hajat hidup orang banyak nggak perlu untung, yang dibutuhkan pelayanannya," kata dia.

RIEKA RAHADIANA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ada RIA, Ada Risha, Semua untuk Aceh | 14 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 14 Maret 2005
Titik Terang di Seratus Hari | 20 Desember 2004
Kocek Dulu Baru Lokasi  | 20 April 1999
Setelah Mereka Berlayar di Daratan  | 03 November 2003
Bisnis Sepekan | 26 April 2004
Rumah Rp 20 miliar untuk Megawati | 04 Oktober 2004
Kecewa terhadap Pengembang  | 14 Juli 2003
Untuk Dirjen Anggaran  | 02 Juni 2003
Membuang Situ, Mendulang Banjir | 20 September 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rumah Susun Dicanangkan Maret
Perumnas Bangun Rumah Generik
Pajak Rumah Susun Belum Diputuskan
Skema Baru Rumah Sederhana Ditolak
Kementerian Perumahan Rakyat Tidak Bangun Rumah
Pemerintah Tolak Usul Jamsostek
Ribuan Sapi Divaksin untuk Cegah Bakteri Brucellosis
Holcim Indonesia Luncurkan Rumah Tahan Gempa
Realisasi Pembangunan Rumah Sederhana Minim
Bank Pembangunan Islam Tertarik Biayai Perumahan
> selengkapnya...

Referensi

PENJELASAN KHUSUS SEKTOR PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk94315 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib
Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data