Indeks Diperkirakan Bergerak Sempit
Jum'at, 02 Maret 2007 | 00:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Jakarta hari ini diperkirakan akan bergerak sempit meski sempat mengalami kenaikan pada perdagangan sebelumnya.
Analis saham Sarijaya Sekuritas Rafdi Prima mengatakan, hal tersebut disebabkan investor belum yakin akibat indeks regional yang masih minus. “Dengan berita inflasi yang cukup bagus saja kenaikan indeks masih terbatas,” ujarnya kepada Tempo kemarin. Dia memprediksi indeks akan bergerak pada level 1.750 hingga 1.783. Sebelumnya indeks ditutup menguat 18,519 poin (1,06 persen) menjadi 1.759.
Sisi lain, Rafdi merekomendasikan beli untuk saham PT Aneka Tambang Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. Harga saham BRI diperkirakan berpeluang menembus level Rp 5.000 karena tren penurunan selama enam hari berhasil dihentikan pada perdagangan kemarin. Sedangkan BCA diperkirakan berpeluang menembus Rp 5.150. “Saham Antam masih terus berpeluang naik tapi terbatas,” ujarnya.
Saham lain yang juga berpotensi naik, kata Rafdi, adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menyusul pergantian direksi perusahaan. “Telkom berpeluang menembus level 9.500,” kata dia.
Sedangkan saham yang direkomendasikan untuk ditahan (hold) adalah PT Astra Internasional Tbk. Rafdi mengatakan, aksi ambil untung dapat dilakukan pada saham PT Kalbe Farma Tbk. dan PT Bank Danamon Tbk.
Desy Pakpahan





