Recapital Advisors Menyerah

Jum'at, 02 Maret 2007 | 02:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah menyatakan PT Recapital Advisors (Recap) tidak bisa memenuhi kewajibannya menyerahkan kekurangan dana investasi untuk pengembangan tambak udang Dipasena.

Wakil Direktur PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Raden Pardede mengatakan Recap sudah menyerah. Perusahaan itu dinyatakan gagal bayar (default) karena tidak bisa memenuhi kesepakatan semula.

"Mereka (Recap) sudah mengibarkan bendera putih," kata Raden seusai pertemuan antara PPA dan Menteri Keuangan yang membahas masalah tersebut kemarin.

Pemerintah akan menawarkan dua opsi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Pilihan pertama adalah mencari kreditor baru. Opsi kedua, menjual kepada investor, baik di dalam maupun luar negeri.

Tentang opsi yang akan dipilih, Raden belum bisa menjelaskan. Masalah ini, menurut dia, masih dibahas lebih lanjut. Namun, dia memastikan masalah Dipasena harus selesai tahun ini.

Dia juga menyatakan dana Rp 750 miliar yang sudah disetorkan oleh Recap untuk mendanai Dipasena tidak bisa ditarik kembali.

Ketika dimintai konfirmasi soal hasil rapat PPA, Komisaris PT Recapital Advisors Sandiaga S. Uno menolak mengomentari keputusan pemerintah itu. "Kami menunggu informasi yang resmi dari pemerintah, baru bisa menanggapi," kata Sandi, panggilan akrab Sandiaga, ketika dihubungi Tempo kemarin.

Namun, Sandi menyatakan sudah meminta tambahan waktu kepada pemerintah hingga Mei mendatang. "Kami tetap berkomitmen. Hanya, masalahnya sangat kompleks," katanya.
Dia menjelaskan permintaan ini sudah diajukan kepada PPA, tapi PPA tetap pada tenggat semula, yaitu 1 Maret 2007.
"Kami terima saja kebijakan pemerintah," ujar dia.

Kemarin merupakan batas terakhir yang diberikan oleh PPA kepada Recap untuk menyerahkan Rp 750 miliar. Dana itu merupakan kekurangan dari total investasi Rp 1,5 triliun yang harus dikucurkan oleh Recap.

EKO NOPIANSYAH | AGUS SUPRIYANTO | DEWI RINA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :