Ekspor Januari Turun 12 Persen
Jum'at, 02 Maret 2007 | 03:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kinerja ekspor selama Januari 2007 turun 12,04 persen dibanding pada Desember 2006. Penurunan ekspor itu disebabkan oleh anjloknya ekspor minyak dan gas bumi.
Ekspor Indonesia pada Januari mencapai US$ 8,35 miliar, turun dibanding pada Desember 2006 sebesar US$ 9,49 miliar. Penurunan nilai ekspor terutama terjadi akibat anjloknya ekspor migas, yang hanya US$ 1,48 miliar pada Januari lalu atau turun 20,63 persen dari sebelumnya sebesar US$ 1,87 miliar.
Penurunan nilai ekspor juga terjadi pada sektor nonmigas, yang hanya mencapai US$ 6,87 miliar atau turun 9,92 persen dibanding pada Desember 2006 sebesar US$ 7,62 miliar.
Deputi Bidang Statistik Ekonomi Badan Pusat Statistik Pietojo mengatakan penurunan nilai ekspor Januari lebih disebabkan oleh adanya beberapa proyek ekspor yang belum terlaksana.
"Itu kan awal tahun, jadi biasanya masih ada perjanjian ekspor yang belum terealisasi," kata Pietojo kemarin. Namun, dia menolak menyebutkan detail penyebab menurunnya nilai ekspor Indonesia itu.
Peningkatan ekspor selama Januari terjadi pada karet dan barang dari karet, sebesar US$ 69,5 juta. Karet dan barang nonkaret menyumbang 6,22 persen dari total ekspor nonmigas.
Sedangkan penurunan ekspor terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati, sebesar US$ 378 juta. Peranan lemak dan minyak hewan/nabati terhadap total ekspor 4,7 persen. Tujuan ekspor nonmigas terbesar adalah Jepang (US$ 1,1 miliar), Amerika Serikat (US$ 884,7 juta) dan Singapura (US$ 679,6 juta).
AGOENG WIJAYA
Topik :




Komentar Anda :