Investasi Baru Angkutan Bus di Wonogiri Nol Persen

Senin, 05 Maret 2007 | 11:39 WIB

TEMPO Interaktif, Wonogiri:Investasi baru di sektor transportasi darat di Wonogiri, Jawa Tengah, khususnya angkutan bus antar kota antar propinsi, sejak tiga tahun terakhir ini nol persen. Bahkan nilai investasi cenderung negatif karena banyaknya armada bus yang tidak bisa beroperasi.

Menurut Ketua Organisasi Akuntan Darat Wonogiri Danar Rahmanto, dari 850 armada bus antar kota antar propinsi (AKAP) dengan tujuan Wonogiri-Solo-Jakarta, saat ini yang beroperasi sekitar 20 persen. "Tak ada satupun bus yang baru, karena pengusaha bus tak mampu berinvestasi lagi," ujar Danar.

Di Wonogiri ada 28 perusahaan otobus (PO) yang melayani trayek antar kota antar propinsi. Sebagian besar PO yang menjadi anggota Organda bahkan terancam gulung tikar karena minimnya pendapatan dan tingginya operasionalisasi armada.

Danar mengatakan, kondisi itu sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu. "Terutama setelah adanya kenaikan bahan bakar minyak dan kalah bersaing dengan angkutan udara yang jauh lebih murah," katanya.

Dia berharap pemerintah membuat kebijakan untuk menyelamatkan sektor transportasi darat, khususnya bus dengan melakukan pengawasan tarif terhadap jenis-enis transportas darat, laut, dan udara. "Bayangkan saja sekarang ini naik pesawat dari Solo-Jakarta hanya Rp 200 ribu, sementara naik bus yang paling murah Rp 130 ribu, " ujarnya.

Imron Rosyid






Komentar Anda

Kirim