BNI dan Mandiri Kaji Turunkan Suku Bunga
Senin, 05 Maret 2007 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk., siapkan menurunkan suku bunga kredit jika Bank Indonesia kembali menurunkan patokan suku bunga perbankan (BI Rate) besok.
Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), Fero Poerbonegoro mengatakan pihaknya akan menurunkan suku bunga kredit jika BI Rate turun ke level 9 persen. “Pada level BI Rate seperti itu, maka bunga kredit akan turun menjadi 12-13 persen, " katanya di Jakarta hari ini.
Dia menjelaskan tingkat bunga kredit di BNI saat ini sekitar 12-14,5 persen. Ini juga setelah turun sekitar dua persen dibandingkan tahun lalu. "Pada tahun ini tingkat bunga kredit masih bisa turun lagi," katanya.
Dia juga membantah jika terkesan para bankir enggan menurunkan tingkat bunga kredit. "Lending rate (tingkat bunga kredit) itu sudah turun banyak," kata dia.
Sedangkan Direktur Korporat Bank Mandiri Abdul Rahman juga mengatakan, akan menurunkan tingkat bunga korporat secara selektif jika Bank Indonesia jadi menurunkan tingkat bunganya.
Seperti diketahui, BI akan kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur pada hari ini (besok) yang dilakukan secara berkala tiap bulan. Salah satu yang dibahas adalah mengenai besaran tingkat suku bunga BI yang menjadi rujukan tingkat suku bunga perbankan.
Ekonom Ryan Kiryanto mengatakan, peluang penurunan tingkat suku bunga BI masih ada. Beberapa faktor yang mendukung hal ini adalah rendahnya tingkat inflasi tahun ini dengan sebelumnya dan antara bulan. Cadangan devisa naik sekitar US$46 Miliar, dan tingkat bunga Federal Reserve Bank AS sekitar 5,25 persen. "Jadi masih ada spread (selisih) antara BI rate dengan Fed rate sekitar 3,75 persen," kata dia. "Ini masih cukup akomodatif bagi pemodal."
Jika Fed rate terus turun ke level 4,5 persen, maka BI rate juga bisa mengikuti. Tapi jika tidak maka terbuka peluang terjadinya penguatan BI rate. "Ada potensi BI rate berbalik arah," kata dia.
"Yang penting, bank-bank harus turunkan suku bunga kredit karena ini baru awal tahun sehingga penetapan kienerja sudah memperhitungkan potensi turunnya BI rate yang diperkirakan akhir tahun berada di level 8,75 persen," kata dia.
Kondisi tahun ini, kata Ryan, berbeda dengan tahun lalu bagi perbankan. Jika tahun lalu perbankan menurunkan tingkat bunga kreditnya maka akan berpengaruh pada pendapatannya, khususnya net interest margin. "Kalau sekarang ini baru awal tahun," kata dia.
Budiriza





