Thailand dan Vietnam Menjadi Pemenang Tender Impor Beras
Senin, 05 Maret 2007 | 19:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 100.000 ton beras impor dipastikan berasal dari Thailand dan Vietnam. Ini merupakan hasil pengumuman Bulog atas pelaksanaan lelang pengadaan beras luar negeri tahap dua untuk tahun 2007. Beras ini dijadwalkan datang sejak Maret hingga April 2007.
Kepala Humas Bulog Fatah Yasin menjelaskan dari tiga lot yang ditenderkan, ternyata tidak ada perusahaan yang menawar Lot A (untuk beras Pakistan jenis pecah 10 persen sebanyak 25.000 ton).
Sedangkan untuk Lot B (untuk beras Thailand jenis pecah 15 persen sebanyak 50.000 ton), dan Lot C (untuk beras Vietnam jenis pecah 15 persen sebanyak 25.000 ton), terdapat tiga perusahaan yang menawar dengan harga terendah.
Dijelaskan untuk Lot B, President Agri Trading menawarkan harga terendah yakni US$ 333,25 per ton. “Sedangkan Lot C ada dua penawaran terendah dengah harga US$ 326,58 per ton oleh Kien Giang Import Export dan Tien Giang Food Co,” ujar Yasin di Jakarta Senin (5/3) petang.
Sebelumnya, sebanyak 12 perusahaan dari dalam maupun luar negeri telah mengambil dokumen dan mendaftar lelang. Kedua perusahaan dari dalam negeri adalah PT Haji Morsel dan PT Bumi Subur Toxindo. Sisanya adalah dua perusahaan dari Vietnam, tiga dari Singapura dan lima dari Thailand.
Adapun penjelasan lelang (aanwijzing) telah dilaksanakan pada 27 Februari 2007. Dari 12 perusahaan, hanya sepuluh perusahaan yang mengikutinya. Dan hanya enam perusahaan yang memasukkan dokumen lelang, yakni: Ponglarp Co. Ltd, Kien Giang Export Co. Ltd, Tien Giang Food Company, Toepfer International, Asia Golden Rice, dan President Agri Trading.
RR ARIYANI





