BI Rate Diprediksi Turun 25 Basis Point
Selasa, 06 Maret 2007 | 02:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kalangan ekonom memprediksi Bank Indonesia akan kembali memangkas patokan suku bunga perbankan (BI Rate) sebesar 25 basis point menjadi 9 persen dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, yang digelar hari ini.
Alasan utama langkah itu diambil adalah turunnya tingkat inflasi pada Februari lalu, sehingga selisih antara tingkat inflasi dan suku bunga yang ada memungkinkan penurunan tersebut.
Menurut ekonom Standard Chartered Bank, Fauzy Ichsan, bank sentral sangat mungkin kembali menurunkan BI Rate. Sebab, inflasi tidak setinggi yang diperkirakan karena impor beras kembali dibuka. "Lonjakan harga beras juga tidak terlalu tinggi," katanya kepada Tempo.
Pekan lalu Badan Pusat Statistik mengumumkan laju inflasi Februari turun menjadi 0,62 persen dari inflasi Januari sebesar 1,04 persen. Sedangkan inflasi tahunan (year on year) 6,3 persen. Penyumbang inflasi Februari itu terutama harga bahan makanan, seperti beras dan gula, yang mencapai 0,20 persen.
Menurut Fauzy, selain inflasi yang masih terjaga, penurunan BI Rate diduga terkait dengan rencana Bank Indonesia mengurangi biaya dana akibat tingginya penempatan dana di SBI. "Bank Indonesia ingin menekan biaya bunga, karena selama ini biaya bunga tinggi sekali," ujarnya.
Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., Djoko Retnadi, dan ekonom senior PT Bank Negara Indonesia Tbk., Ryan Kiryanto, juga memperkirakan bank sentral akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis point.
Menurut Djoko, selain karena selisih antara inflasi dan suku bunga yang masih terjaga, Bank Indonesia melihat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga diduga bakal menurunkan suku bunga. "Ini untuk menjaga selisih aman," katanya.
Menurut Djoko, penurunan BI Rate kali ini juga ditujukan untuk melakukan akselerasi perbankan agar segera menurunkan bunga kredit. "Karena sejauh ini amat lambat penurunannya (bunga kredit)," ujarnya.
Sedangkan Ryan memperkirakan penurunan suku bunga BI Rate bulan ini merupakan akhir penurunan pada semester pertama tahun ini. Diduga bank sentral baru mulai menurunkan kembali suku bunga pada semester kedua tahun ini. "Bank Indonesia akan menunggu momentum untuk kembali turunkan BI Rate. Menunggu kapan The Fed akan turun," tuturnya.
Sinyal akan kembali diturunkannya BI Rate pekan lalu sudah disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin. Menurut dia, Bank Indonesia masih sangat mungkin kembali menurunkan suku bunga Bank Indonesia. Alasannya, kondisi makro saat ini terus membaik yang ditandai dengan turunnya laju inflasi Februari dan meningkatnya cadangan devisa. l SURYANI IKA SARI
Topik :




Komentar Anda :