Boediono : Target Pertumbuhan Tak Direvisi
Selasa, 06 Maret 2007 | 19:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memperkirakan sejumlah bencana alam terjadi pascabanjir DKI Jakarta dan sekitarnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 2007.
Kendati, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Boediono pemerintah tetap berpegang pada target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 6,3 persen. "Pasti ada (pengaruh), tetapi moga-moga tidak terlalu besar," katanya di Jakarta hari ini.
Pekan lalu telah terjadi bencana tanah longsor di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Kemudian kemarin, gempa bumi juga terjadi di Sumatera Barat dan Riau.
Boediono menjelaskan, bencana menimbulkan kerusakan material dan hilangnya jiwa manusia. Akibatnya, kegiatan di daerah itu terganggu yang otomatis membuat pertumbuhan ekonomi akan terhambat. “Tapi hingga saat ini pemerintah belum mengkaji dampak bencana yang terjadi belakangan terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Langkah awal yang dilakukan pemerintah dalam menangani bencana adalah menyelamatkan manusia. Tujuannya, menghindari adanya korban jiwa. Setelah itu, kata Boediono, pemerintah akan mengaktifkan jalur-jalur barang agar distribusi tidak terhambat.
Dia juga menegaskan pemerintah juga belum berencana menambah anggaran untuk penanganan bencana. Yang akan dilakukan, kata Boediono, adalah dengan optimalisasi anggaran yang bencana yang ada. "Dana yang disisihkan 2007 kan sudah ada toh. Itu dulu dong yang dipakai. Nanti kami lihat lagi kalau memang dibutuhkan," ujarnya.
Dengan kepastian itu, Boediono pun menyatakan pemerintah tidak akan mengubah target defisit 2007 dengan adanya berbagai bencana alam. Apalagi, target tersebut sudah ditetapkan sebagai undang-undang. "Ya kami hanya bisa melaksanakan berdasarkan itu. Nanti kalau di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) perubahan ada perkembangan yang lain itu akan kami bahas dengan dewan," katanya.
KURNIASIH BUDI
Topik :




Komentar Anda :