Garuda: Pesawat Laik

Rabu, 07 Maret 2007 | 12:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan pesawatnya yang mengalami kecelakaan di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, telah memenuhi syarat kelaikan. Pesawat telah menjalani perawatan harian dan rutin secara periodik.

Juru Bicara Garuda Indonesia, Pujo Broto, menjelaskan pesawat Boeing 737-400 buatan 1992 itu selalu menjalani line maintenance, yakni pengecekan sebelum dan sesudah penerbangan di Garuda Maintenance Facility. "Dari sisi teknik dan operasional," jelasnya di kantor pusat Garuda Indonesia, Rabu (7/3).

Pesawat tersebut disewa Garuda dari General Electric sejak 10 Oktober 2002 dan telah terdaftar dengan nomor register PK-GZC. Menurut Pujo, pesawat telah menjalani A Cek, yakni pengecekan setiap 350-400 jam dan C Cek yang dilakukan setiap 4.500 jam.

A Cek terakhir dilakukan 7 Februari 2007 di Denpasar saat pesawat telah menempuh jam terbang 34.960 jam dan telah melakukan 37.192 pergerakan. A Cek berikutnya rencananya akan dilakukan setelah pesawat menempuh 35.260 jam terbang. C Cek terakhir dilaksanakan pada 2-13 Februari 2006 di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Saat itu pesawat tercatat menempuh 31.942 jam terbang dan melakukan 34.933 pergerakan.

Pujo Broto menambahkan, pilot yang menerbangkan pesawat itu Kapten Marwoto Komar telah bekerja di Garuda Indonesia sejak tahun 1985. Awak pesawat yang lain adalah Gagam Saman Rohmana (first officer), Wiranto Wooryono (purser), Irawati (senior awak kabin), Maryati (senior awak kabin), Imam Arif Iskandar (senior awak kabin), dan Ratna Budiyanti (junior awak kabin).

Pujo Broto tidak bersedia menjelaskan kemungkinan penyebab kecelakaan. Dia hanya menyatakan pesawat jurusan Jakarta-Yogyakarta itu mengalami accident saat mendarat pukul 06.55 WIB, yakni keluar landasan sejak 300 meter di Runway 9 sebelah timur bandara. "Dalam kondisi terbakar, tapi saat ini api telah padam," katanya.

HARUN MAHBUB

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :