Bank Asing Gencar Kucurkan Kredit Tektil

Rabu, 07 Maret 2007 | 17:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank asing ramai mengucurkan kredit untuk pengembangan sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri. Bank asing menilai sektor TPT dalam negeri memiliki risiko rendah.

Menurut Presiden Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertektilan Indonesia, Benny Soetrisno, tiga bank asing yang gencar memberikan kredit pembiayaan adalah Socjen Bank dari Perancis, Fortis Bank dari Belgia dan Falcon International Bank.

Bank asing mengucurkan dana dalam bentuk kredit pembiayaan. Bank memberikan pembiayaan untuk bahan material atau bahan baku sebanyak 80 persen dari total kebutuhan perseroan. “Tapi bank mensyaratkan hasil
jual lewat bank mereka,” kata Benny, Jakarta (8/3).

Benny menceritakan, perusahaan yang dimilikinya baru mendapat kredit pembiayaan senilai US$ 10 juta. Selain itu, katanya tiga perusahaan tektil di Bandung baru saja memperoleh pembiayaan 300 mesin rajut (netter). “Mesin ini mampu menyerap tenaga kerja 6 ribu orang,” katanya.

Menurutnya, kredit yang disalurkan bank asing menjadi solusi di tengah perbankan nasional yang enggan memberikan kredit. “Seharusnya sebagai perbankan nasional lebih agresif, tak hanya memikirkan segi ekonomi, tapi dampak bagi penyerapan pengangguran (apabila kredit dikucurkan),” ujar Benny.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk., Sigit Pramono, mengungkapkan, penilaian perbankan terhadap industri tekstil yang dianggap berada dalam status risiko tinggi (high risk),belum berubah. “ Itu akan tergantung dari kinerja TPT sendiri,” kata Sigit.

Menurutnya, industri TPT harus melakukan restrukturisasi agar memiliki keadaan feasible dan bankable untuk mendapat kredit. Sigit menyebutkan, diantaranya industri tekstil membutuhkan peremajaan mesin tekstil yang saat memiliki usia diatas 20 tahun.

Selama tahun 2006, rasio kredit macet BNI untuk sektor tektil sebesar 14 persen, turun drastis pada posisi tahun 2005 sebesar 42 persen. “Setelah dilakukan restrukturisasi kredit, rasio kredit macet menjadi turun,” ujarnya.

YULIAWATI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :