Pengusaha Tekstil Prioritaskan Ekspor

Rabu, 07 Maret 2007 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar ekpor dibandingkan peningkatan daya saing dalam negeri. Langkah menggenjot pasar ekspor sebagai bentuk pemanfaatan momentum atas pembatasan atau kuota impor tekstil Cina di Amerika Serikat yang akan berakhir tahun 2008.

"Kami susah apabila harus menggenjot pasar ekpor sekaligus pasar dalam negeri, jadi fokus saja ke ekspor," ujar Presiden Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertektilan Indonesia, Benny Soetrisno, Jakarta (7/3).

Menurut Benny, apabila tahun ini tak dimanfaatkan, peluang mendapatkan pasar ekspor akan hilang. "Kami memang kejar target memanfaatkan momentum, tahun 2008 perlindungan produk Cina di Amerika dihapus," ujarnya. Departemen Perdagangan memproyeksikan pasar ekspor 2007 meningkat menjadi 7,8 persen atau US$ 10,4 miliar dari pencapaian tahun 2006 sebesar US$ 9,6 miliar.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengharapkan, perbaikan industri tekstil dalam negeri yang saat ini kalah bersaing dengan produk dari Cina. "Ekspor memang sudah oke, tapi pasar dalam negeri banyak diserbu Cina," katanya.

Dia mengharapkan Departemen Keuangan segera mencairkan dana restrukturisasi industri tekstil senilai Rp 255 miliar. Restruklturisasi diberikan dengan dua skema yaitu pemberian subsidi bunga dan bantuan peremajaan
mesin.

YULIAWATI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :