Kantor Wahana Disegel

Kamis, 08 Maret 2007 | 01:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kisruh yang melanda PT Wahana Bersama Globalindo makin rumit. Sejak Selasa pekan lalu, kantor perusahaan ini, yang terletak di Gedung Bank Rakyat Indonesia II lantai 18 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, ditutup oleh pengelola gedung.

Assistant Chief Security Gedung BRI II Sudarmanto menuturkan kantor Wahana Bersama ditutup oleh pengelola gedung setelah ada permintaan dari Kepolisian Sektor Tanah Abang. Mereka meminta kantor ini dalam status quo. Menurut dia, penutupan itu terkait dengan laporan para nasabah Wahana kepada Polsek Tanah Abang.

Wahana berkantor di gedung itu sejak lima tahun lalu. Kontrak perusahaan ini berakhir pada awal Maret. "Senin lalu masih ramai. Ada beberapa nasabah datang, tapi besoknya langsung sepi," kata Sudarmanto.

Dia mengatakan saat ini pengelola gedung hanya menunggu kepastian dari Wahana. Mereka juga tidak memindahkan aset, seperti peralatan kantor. "Jika tidak ada kepastian dari manajemen Wahana, pengelola gedung akan melego asetnya untuk menutup utang sewa sejak Maret ini," katanya.

Keamanan di sekitar kantor makin diperketat. Ketika Tempo mendatangi tempat itu kemarin siang, setiap tamu yang mengunjungi kantor Wahana selalu ditemani seorang petugas.

Siang itu tiga investor mendatangi kantor Wahana. Mereka juga tidak mau memberi keterangan. "Saya ingin bertemu dengan direkturnya. Ini ada surat-surat penting yang harus dibicarakan sesuai dengan perjanjian," kata seorang wanita yang mengaku datang dari Pekalongan, Jawa Tengah. Yunita, pegawai staf pemasaran Wahana, menolak dimintai konfirmasi. "Kami masih ada urusan," katanya sambil menghindar.

PT Wahana Bersama Globalindo adalah sebuah perusahaan investasi. Seperti diberitakan majalah Tempo edisi 4 Maret 2006, perusahaan ini mulai kesulitan membayar yield atau bunga atas produk yang diterbitkan oleh Dressel Investment Limited. Dana yang diinvestasikan diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun. Para investor tertarik karena bunga yang ditawarkan lebih besar daripada deposito.

Tapi Direktur Operasi PT Wahana Bersama Globalindo Paimin Landung membantah. Dalam wawancara dengan majalah Tempo dua pekan lalu, dia mengakui investor bisa mendapat bunga hingga 24 persen per tahun. Namun, sesungguhnya yield yang diperoleh sangat bervariasi.

Tak seperti di Jakarta, kantor Wahana di Bandung belum diserbu investor. Ketika Tempo mendatangi kantor yang terletak di Gedung Lippo, Jalan Gatot Subroto, Bandung, perusahaan ini masih beroperasi. Anggota staf keamanan Wahana bernama Hikmat mengatakan tidak ada investor Wahana yang menarik uangnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany dan pejabat lainnya sedang berada di luar negeri. Namun, menurut Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek dan Lembaga Keuangan Bapepam Arif Baharudin, "Masalah seperti itu memang pernah menjadi pembahasan di Bapepam," katanya.

Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan Robinson Simbolon, yang terlibat dalam pembahasan tersebut, hingga berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi.

Agoeng Wijaya | Rini Srihartini | Wahyudin Fahmi

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :