Swasta Awasi Operasi Pasar Beras Premium
Minggu, 11 Maret 2007 | 08:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
JAKARTA-Pemerintah menyatakan pengawasan mekanisme operasi pasar untuk beras premium sepenuhnya akan dilakukan oleh pihak swasta.
"Yang mengadakan beras premium kan swasta. Apalagi yang harus diawasi (pemerintah)?" ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman, kemarin, di Jakarta.
Pengawasan oleh swasta ini, menurut dia, tidak perlu dikhawatirkan. "Saya tidak melihat adanya kemungkinan penyelewangan. Karena swasta yang tidak memiliki barang, pasti mereka tidak akan berani mengadakan kontrak," tukasnya.
Ia juga menilai, pihak swasta yang memiliki kekuatan jaringan akan melakukan operasi pasar tanpa kendala. "Begitu beras impornya datang, mereka segera mendistribusikan," katanya.
Ardiansyah memperkirakan harga beras akan kembali normal pada bulan depan. "Perdagangan normal kembali karena beras premuim sudah masuk pasar, hasil produksi sekitar 4 juta ton di April juga sudah mulai masuk," tuturnya.
Departemen Perdagangan mencatat harga beras IR 64-II di DKI Jakarta hingga pekan awal Maret ini mencapai Rp 5.843 per kilogram. Angka ini naik jika dibandingkan rata-rata per November tahun lalu yang sebesar Rp 4.375 per kilogramnya.
Menanggapi hanya 14 perusahaan yang memenuhi syarat administratif dari Bulog (sehingga tidak seluruh kuota 200 ribu ton beras impor dengan penunjukkan langsung dipenuhi), ia menilai, tidak perlu dilakukan seleksi ulang.
"Kan dalam surat Menteri Perdagangan disebutkan jumlah 200 ribu ton akan dikerjasamakan dengan swasta. Itu angka maksimal, jadi kalau kurang dari itu tidak apa-apa," paparnya.
Seperti diketahui, Bulog telah mengumumkan keempat belas perusahaan yang lolos administrasi dari penunjukkaan langsung. Mereka yang akan memasok 137.000 ton untuk 7 daerah adalah: Delta Asia Pangan, Benteng Baru, CV Tetap Jaya, PL Lika Daya Utama, PT ALam Makmur Sembada, Berlian Jaya, PT Saudara Pratama, Food Station Tjipinang Jaya, PD Sumber Bumi, Fajar Deli Utama, Yamika Arbis, Tiga Pilar Sejahtera, Harpa Utama Sejati dan Cahaya Maju Bersama. RR Ariyani





