PLN Terancam Keluarkan Biaya Tambahan Rp 50 miliar per Hari

Senin, 12 Maret 2007 | 02:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Terganggunya pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B dan PLTU Cilacap menyebabkan PT PLN (Persero) terancam mengeluarkan biaya tambahan untuk pengadaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 50 miliar per hari.

Juru Bicara PLN, Muljo Adji mengatakan, potensi biaya tambahan BBM itu jika PLN harus menopang pasokan listrik dari pembangkit lain yang berbahan bakar minyak solar. "PLN harus menambah BBM sebesar 10 ribu kilo liter per hari," kata Muljo saat dihubungi Tempo, Minggu (11/3).

Cuaca buruk yang terjadi sejak Januari hingga Maret telah menyebabkan terhambatnya pengiriman batu bara untuk PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Cilacap. Jumat lalu, Muljo sempat memperkirakan, PLTU Tanjung Jati tidak akan dapat beroperasi pada Sabtu. Namun, kemarin dia memastikan pembangkit itu masih beroperasi selama dua hari ke depan.

"Kemarin cuaca sempat membaik. Pemasok batu bara sempat mengirimkan 26 ribu ton," ujar Muljo.

Namun karena cuaca belum membaik sepenuhnya, dia melanjutkan, untuk menjaga pasokan maka PLN hanya mengoperasikan satu unit dari dua unit pembangkit listrik Tanjung Jati B. "Aslinya, untuk dua unit saja butuh 12 ribu ton per hari," kata dia.

Sementara untuk PLTU Cilacap, menurut dia, telah dikirim pasokan sebesar 29 ribu ton sehingga dua unitnya bisa beroperasi. Padahal pembangkit itu semula diperkirakan akan diturunkan produksinya menjadi 350 MW atau dikurangi 60 persennya, karena kurangnya pasokan batu bara.

Muljo berharap pasokan batu bara dan bahan bakar lainnya bisa tetap lancar. "Dalam cuaca buruk seperti ini, harus ada strategi pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik yang baik. Kalau bisa selagi cuaca cerah cepat-cepat dikirim," katanya.

Nieke Indrietta

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :