Perbatasan Rawan Penyalahgunaan Frekwensi

Selasa, 13 Maret 2007 | 11:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tingkat penyalahgunaan frekuensi di daerah perbatasan relatif tinggi. Juru Bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S. Dewa Broto mengatakan tindakan itu menyebabkan gangguan sejumlah fasilitas telekomunikasi pemerintah maupun swasta. “Banyak yang komplain,” ujar Gatot kemarin.

Gatot menerangkan, gangguan frekuensi umumnya terjadi di daerah perbatasan. Meski belum bisa menjelaskan berapa banyak jumlah gangguan itu, Gatot memastikan penyalahgunaan frekuensi umumnya dilakukan perahu milik nelayan asing. “Sekitar 60 persen,” ujarnya.

Balai monitoring setempat (kantor lokal) sulit mengambil tindakan. Pasalnya kantor setingkat itu hanya dipimpin oleh pejabat eselon empat yang kurang memiliki otoritas untuk menetukan keputusan politik di daerah perbatasan. “Ke depan kantor loka dipimpin oleh pejabat eselon tiga,” kata Gatot.

Riky Ferdianto

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :