Bappenas Optimistis Defisit Tidak Tembus 1,5 Persen
Jum'at, 16 Maret 2007 | 13:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan efisiensi di seluruh jajarannya. Tujuannya adalah menekan defisit hingga 1,3 persen. "Range optimalnya memang 1,1-1,5 persen. Namun kami upayakan 2007 tidak sampai 1,5 persen," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta di kantornya.
Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan defisit 2007 sekitar 1,1-1,5
persen. Dalam APBN 2007, pemerintah mentargetkan defisit 1,1 persen dan pertumbuhan ekonomi 6,3 persen.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan bencana alam membuat defisit 2007 naik. Pemerintah pusat akan melakukan efisiensi belanja. Menurut perkiraan Bappenas, penghematan yang bisa dilakukan berkisar 10-15 persen atau sekitar Rp 240 triliun dari anggaran belanja.
Paskah mengatakan anggaran belanja pemerintah pusat akan diseleksi ulang. "Presiden sudah menginstruksikan efisiensi. Belanja tetap dilakukan tapi tidak untuk yang wah-wah," katanya.
Program atau proyek yang tidak mendesak dan bisa dikerjakan dalam 2 hingga 3 tahun, tidak dianggarkan dalam satu tahun. Tapi dapat direncanakan secara bertahap dalam beberapa tahun anggaran. Langkah ini, kata Paskah, kemungkinan bisa memperkecil defisit.
Sebelumnya dia mengatakan pemerintah berupaya menekan defisit dengan mengoptimalkan penerimaan pajak. Namun target ini diperkirakan tidak tercapai lantaran bencana alam. Pascabencana banyak pengusaha yang meminta insentif. Padahal utang luar negeri ditargetkan berkurang.
Bappenas memperkirakan pada kuartal pertama 2007, realisasi anggaran sebesar 25 persen. Namun, kata dia, penyerapan anggaran triwulan pertama 2007 tidak sebesar yang diperkirakan.
KURNIASIH BUDI





