Target Pertumbuhan Industri Tidak Akan Tercapai
Kamis, 22 Maret 2007 | 15:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jika bank masih enggan menyalurkan kredit ke sektor riil, target pertumbuhan industri tahun ini sebesar 7,9 persen diperkirakan tidak akan tercapai. “Pertumbuhan industri itu kan butuh dana yang besar. Jadi kalau tidak didorong perbankan, industri akan stagnan dan target yang dicanangkan kemungkinan besar tidak dapat tercapai,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia MS Hidayat kepada Tempo, Kamis (22/3).
Hal ini menanggapi sikap beberapa bank milik negara yang akan selektif dalam menyalurkan kredit ke sektor riil kendati Bank Indonesia akan meluncurkan paket kebijakan relaksasi pemberian kredit bulan depan. Bank-bank tersebut juga akan tetap menerapkan pengelolaan risiko secara ketat (Koran Tempo, 20 Maret).
Hidayat membenarkan, bahwa perbankan tetap harus menjalankan prinsip kehati-hatian dalam usahanya.
Karena itu, dia mendukung bank untuk tetap selektif dalam memilih sektor yang akan dibiayai. “Pemerintah dan Bank Indonesia pun sudah menetapkan sepuluh sektor unggulan, diantaranya tekstil dan infrastruktur. Calon debitur pun harus diseleksi secara ketat,” tuturnya.
Senada, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Barat Ade Sudrajat mengungkapkan, kucuran kredit bank mutlak diperlukan untuk restrukturisasi mesin-mesin tekstil yang umumnya sudah tua. Sebab, tanpa itu, peningkatan daya saing industri nasional tidak akan tercapai.
RR ARIYANI





