Syariah Mandiri Gandeng Surya Mitra Biayai UMKM

Kamis, 22 Maret 2007 | 17:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menggandeng PT Surya Mitra Indonesia (SMI) dalam pembiayaan usaha mikro kecil menegah (UMKM). Dana Rp 10 miliar, milik Surya Mitra Indonesia, siap digelontorkan tahun ini kepada pengusaha anggota Muhammadiyah.

Direktur PT Bank Syariah Mandiri Muhammad Haryoko mengatakan, kerjasama ini menggunakan skim mudharabah muqayyadah off balance sheet (MMOB). Dengan begitu, BSM hanya bertindak sebagai agen pengelola pembiayaan dan SMI pemilik dana.

“Kami mempunyai jaringan dan pengalaman manajemen, sedangkan Surya Mitra memiliki jaringan di Muhammadiyah. Daripada berjalan sendiri, mengapa tidak disinergikan saja untuk pengembangan UMKM,” kata Haryoko usai penandatanganan kerjasama di Gedung Syariah Mandiri Jakarta.

Potensi kerjasama pembiyaan ini, kata dia, sangat menjanjikan. PT SMI adalah badan usaha milik organisasi keagamaan Muhammadiyah, yang memiliki jumlah anggota yang cukup besar. Sebagai tahap pertama, dana yang siap dikucurkan sebesar Rp 10 miliar. “Tapi jika kerjasama ini berhasil, tidak menutup kemungkinan akan ditambah pada masa mendatang,” ujarnya.

Kendati dana telah siap dalam rekening Surya Dana UKM milik SMI, dana itu tidak langsung dikucurkan kepada pengusaha. Calon debitor akan dievaluasi dulu oleh BSM. “Ini supaya dana yang keluar betul-betul bisa mengembangkan UMKM,” katanya.
Selain itu, nilai dana yang disiapkan untuk setiap pengusaha juga tidak kecil, yakni sebesar Rp 50 juta dengan jangka waktu hingga 10 tahun.

Menurut dia, bank syariah yang dikelolanya hanya akan mendapat bagi hasil berupa arranger fee dan management fee sebesar 1,5 hingga 2 persen per pembiayaan. Sedangkan bagi hasil pembiayaan diperuntukkan kepada Muhammadiyah. “Karena ini uang mereka,” kata Haryoko.

Kerjasama semacam ini, sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh BSM. Perusahaan ini pernah menjalin kerjasama dengan beberapa departemen untuk pengembangan UMKM. “Total pembiayaan dalam kerjasama semacam ini mencapai Rp 550 miliar,” ungkapnya.

Disinggung soal pembiayaan BSM, Haryoko mengungkapkan, hingga Februari lalu total pembiayaan BSM mencapai Rp 7,5 triliun, dengan komposisi pembiayaan sektor UMKM sebesar Rp 4,8 triliun, sektor korporasi sebesar Rp 1,9 triliun dan sektor konsumer sebesar Rp 750 miliar. Hingga akhir tahun 2006 lalu, total pembiayaan BSM mencapai Rp 7,4 triliun.

“Memang baru naik sedikit, tapi tahun ini kami proyeksikan pembiayaan naik 30 persen, dengan majority pembiayaan UMKM,” tuturnya.

Sementara itu ditemui terpisah, Presiden Direktur PT SIM, M. Faisal Badroen, mengatakan kerjasama ini dilatarbelakangi keinginan Muhammadiyah menggerakkan ekonomi, terutama sektor UMKM.

Dia berharap, dana Rp 10 miliar yang telah dihimpunnya bisa tersalurkan kepada pengusaha Muhammadiyah tahun ini. SIM juga mentargetkan pada tahap pertama bisa menggaet 500 pengusaha. “Kami juga sudah ada mitra bersama di Jawa Tengah untuk usaha kerajinan dan di Jawa Barat untuk agro-industri,” kata Faisal.

AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :