Pengusaha Pesimis Penuhi Target Ekspor
Kamis, 22 Maret 2007 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan pengusaha pesimistis dapat memenuhi target pertumbuhan ekspor non migas 2007 sebesar 20 persen.
Sebabnya pertumbuhan ekspor membutuhkan peningkatan investasi di dalam negeri. Hingga saat ini, peningkatan investasi belum terjadi.
"Walau target hanya 14,5 persen, kalau tanpa invetasi, pertumbuhan sebesar itu tidak akan terwujud," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi di Jakarta.
Pernyataan Sofjan menanggapi target pertumbuhan ekspor Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang sangat optimistis.
"Memang target harus dipasang tinggi agar kita kerja keras," ucap Sofjan.
Menurut prediksi Marie, pertumbuhan ekspor masih disumbangkan oleh sektor berbasis potensi sumberdaya alam. Seperti karet, sawit, kakao, kopi dan lain-lain.
Dari ekspor non migas ini, kata Marie, akan mendorong tingkat pertumbuhan eskpor 6,3 persen.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Soetrisno juga sependapat dengan Sofjan. "Pertumbuhan 20 persen itu sangat utopis kalau tidak ada investasi. Tapi
kalau 14,5 persen masih duable," ucapnya.
Pengusaha daging juga mengusulkan pemerintah memberi keringanan harga listrik diluar waktu puncak. "Kalau bisa ditetapkan harga separuh saat penggunaan listrik pada jam 22.00 hingga 06.00 pagi," kata John Permata Ado.
Pertemuan Menteri Perdagangan dengan para pengusaha Kadin adalah bagian dari Rapat Pimpinan Nasional 2007. Pembahasan difokuskan pencapaian peningkatan ekspor tahun 2007.
Rapimnas Kadin akan diselenggarakan pada 26-27 Maret 2007. Pada Rapimnas nanti, Kadin akan menyerahkan Roadmap 2010 Industri Nasional 2010.
RR ARIYANI/YULIAWATI




Komentar Anda :