Bulog Akan Revitalisasi
Kamis, 22 Maret 2007 | 19:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan merevitalisasi peran dan fungsinya.
Bulog akan mengoptimalkan public service obligation (PSO) dalam pengamanan beras dan melakukan upaya bisnis tetapi tidak fokus pada beras.
"Supaya tidak ada ketimpangan, kalau mau berbisnis ya
jangan beras lah, bisa pangan lain seperti perikanan
misalnya," kata Anggota Dewan Pengawan Bulog Bayu
Krisnamurti.
Selama ini, Bulog memang diperkenankan berbisnis pangan, namun selalu berbenturan dengan kewajiban publiknya. Ini karena fokus bisnisnya tidak selalu beras.
Tugas PSO Bulog, akan dioptimalkan untuk menjaga cadangan stok beras. Cadangan ini akan digunakan untuk operasi pasar dan bencana, mengamankan harga di tingkat petani dan menyalurkan beras miskin.
"Jadi ke depan peran bisnis dalam pengadaan beras di Bulog harus dilepaskan," katanya. Bisnis itu harus diversifikasi ke bahan pangan yang lain, tidak hanya beras.
Bayu mengatakan direksi saat ini akan melakukan optimalisasi agar kran impor tidak terlalu terbuka lebar. Caranya dengan meyimpan stok beras yang cukup saat
panen raya.
Bulog juga akan memainkan peran otimal dalam melindungi harga pemebelian pemerintah (HPP) gabah dan beras untuk petani terutama saat panen raya.
HPP gabah juga akan disesuaikan dengan kebutuhan stok beras yang aman sesuai dengan instruksi presiden tahun ini yaitu sebesar dua juta ton. "Jadi sekarang sedang dilakukan evaluasi HPP," kata dia.
Bulog diharapkan bisa menjaga memenuhi stok beras di level yang aman. "Tapi di satu sisi
bisa melindungi harga di tingkat petani."
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan, Bulog saat ini harus di beri semangat dan dukungan untuk
memainkan peran yang penting dalam menjaga stok beras yang aman.
Dia sudah meminta agar direksi dan dewan pengawas yang baru bisa menjalankan peran dan fungsi Bulog dalam mengejar target pengamanan stok beras sebesar dua juta ton.
Tantangan Bulog saat ini, kata dia, adalah melihat kondisi di lapangan terutama saat terjadi panen raya. Bulog harus siap mengawasi penurunan harga gabah dan beras di tingkat petani agar bisa menentukan pada batasan nilai optimal berapa gabah dan beras di tingkat petani bisa di beli.
"Saat ini harga masih tinggi, Bulog harus beli saat harga
turun, saat ini sedang di evaluasi berapa HPP yang deal,"
kata dia.
Anton Aprianto




Komentar Anda :