Mandiri dan BCA Akan Biayai Jalan Tol

Jum'at, 23 Maret 2007 | 00:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Konsorsium yang terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), dan Khazanah (Malaysia) berminat membiayai proyek jalan tol. Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja menjelaskan, Bank Mandiri dan BCA akan ke Malaysia pada 10 April mendatang untuk membahas rencana ini dengan Khazanah.

Namun, Jahja belum bisa menjelaskan secara detail proyek jalan tol mana yang akan dibiayai konsorsium ini.

Dia menambahkan, untuk kredit korporasi, tahun ini BCA akan memfokuskan pada proyek-proyek infrastruktur yang besar seperti jalan tol. "Sektor manufaktur sekarang tidak bisa diharapkan," kata Jahja di Jakarta kemarin.

BCA, menurut dia, juga tidak mengalokasikan dana secara khusus untuk proyek jalan tol atau proyek infrastruktur lainnya. "Kami ambil yang bagus saja. Ada Rp 30 triliun yang siap ditempatkan," katanya.

BCA pekan lalu menyatakan minatnya untuk membiayai proyek pembangunan bandar udara PT Angkasa Pura II. Jahja waktu itu mengatakan, prospek kredit untuk Angkasa Pura terbilang menjanjikan. Kredit itu untuk membiayai ekspansi usaha Angkasa Pura II
berupa pembangunan terminal dan bandara di beberapa daerah.

Menurut Jahja, BCA siap bersindikasi dengan bank lainnya untuk mendanai proyek tersebut. "Apalagi kalau diajak Bank Mandiri," kata dia.

Ketika dimintai konfirmasi rencana membiayai jalan tol, Direktur Korporasi Bank Mandiri Abdul Rahman mengatakan masih mengkaji rencana tersebut. "Sedang dalam evaluasi tahap akhir," katanya kepada Tempo.

Dia menyebutkan proyek jalan tol yang akan dibangun adalah jalan tol Cikampek-Palimanan dengan biaya Rp 4 triliun.

Selain tol Cikampek-Palimanan, Bank Mandiri juga akan bekerja sama dengan BCA untuk membangun jalan tol Cinere-Jagorawi. Proyek yang menghabiskan dana sekitar Rp 1,3 triliun ini akan ditandatangani April mendatang. Salah satu investornya adalah Grup Gramedia.

"Kan tidak mungkin kami sendiri. Kami sangat terbuka jika ada bank lain yang mau kerja sama, termasuk BCA yang juga bank terbesar di Indonesia," ujarnya.

BCA selama 2006 membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun atau naik 17,9 persen dari sebelumnya. Tahun lalu Bank BCA juga berhasil meningkatkan kredit 13,5 persen menjadi Rp 61,4 triliun, masing-masing kredit korporasi naik 19 persen menjadi Rp 23,9 triliun dan kredit konsumer turun 4,9 persen menjadi Rp 8,5 triliun.

Sedangkan kredit Bank Mandiri pada 2006 naik 9,1 persen dibandingkan 2005 (belum diaudit). Laba setelah pajak tahun lalu naik 200-300 persen dibandingkan 2005. Bank Mandiri pada akhir Januari lalu mentargetkan laba pada akhir 2007 sebesar Rp 2,5 hingga Rp 3 triliun.

Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: