Pendapatan Indonesia Air Transport Turun 12 Persen
Jum'at, 23 Maret 2007 | 21:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pendapatan PT Indonesia Air Transport Tbk. (IATA) 2006 turun 12 persen menjadi Rp 204,13 miliar dibanding sebelumnya Rp 231,05 miliar.
Direktur Keuangan IATA Krisman Tarigan mengatakan penurunan tersebut antara lain disebabkan penguatan kurs rupiah terhadap dolar. "Selain itu, kami menganggarkan pesawat Falcon 20 dapat beroperasi, tapi kenyataannya tidak," katanya dalam paparan publik di Menara Kebon Sirih Jumat.
Pesawat Falcon 20 yang digunakan untuk evakuasi medis itu dilarang beroperasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara karena faktor usia. Namun Januari lalu, izin operasi diberikan kembali setelah perseroan memberi keterangan tentang penggunaan pesawat tersebut. Pesawat itu beroperasi selama 60 jam per bulan. Harga sewanya sebesar US$ 2.750 setiap jam.
Laba perseroan pada 2006 adalah Rp 28,64 miliar, meningkat 89 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 15,12 miliar. Dengan perolehan tersebut perseroan akan membagikan dividen sebesar 25 persen senilai Rp 7,159 miliar atau Rp 3,34 per lembar saham. Perseroan mentargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 300 miliar atau meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Desy Pakpahan




Komentar Anda :