ADB: Kebijakan Ekonomi RI Belum Efektif
Selasa, 27 Maret 2007 | 13:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Direktur Kawasan Bank Pembangunan Asia (ADB) Edgar A. Cua menilai sepanjang 2003-2006 agenda reformasi ekonomi yang disusun pemerintah Indonesia sudah cukup baik, tapi belum dilaksanakan dengan efektif.
Menurut Cua, hal itu menghalangi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada tingkatan yang lebih tinggi. Padahal, pertumbuhan yang tinggi dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.
Beberapa isu penting, kata Cua, harus menjadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki pencapaian ekonomi. Di antaranya, penyelesaian dan persetujuan Undang-Undang Investasi, dan paket reformasi perpajakan.
Menurut dia, penundaan yang berkepanjangan dan tidak adanya kejelasan mengenai pengaturan kelembagaan untuk investasi dan koordinasi di dalam pemerintahan, akan mengurangi kredibilitas pemerintah sendiri.
"Peningkatan investasi yang signifikan memerlukan kepastian hukum dan peraturan yang lebih jelas," kata Cua saat menyampaikan Asia Development Bank Outlook 2007 di Jakarta, Selasa (27/3).
Menurut Cua, kesimpulan dari hasil pembahasan undang-undang investasi di Dewan Perwakilan Rakyat baru-baru ini memberi tanda yang menggembirakan bagi investor.
Faktor lain, kata dia, yaitu masalah ketenagakerjaan, pemerintah perlu menciptakan pasar tenaga kerja yang lebih luwes terutama dalam hal outsourcing dan perhitungan pesangon untuk tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Cua, tantangan-tantangan ini membutuhkan pembaharuan dalam kapasitas pegawai pemerintah di seluruh jajaran birokrasi.
AGUS SUPRIYANTO/KURNIASIH
Topik :




Komentar Anda :