Kalla: Pengusaha Jangan Cuma Mengeluh
Selasa, 27 Maret 2007 | 16:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada pengusaha nasional untuk lebih optimistis dalam menghadapi dunia usaha dewasa ini. Dia menegaskan bahwa tidak ada usaha tanpa kesulitan.
"Pengusaha itu jangan cuma mengeluh dan marah-marah," ujarnya di hadapan peserta Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta Convention Center, Selasa (27/3).
Dia pun menekankan bahwa yang perlu dikuatkan dalam dunia usaha adalah semangat, karena itu merupakan kunci kemajuan. Cina dan India, kata Kalla, dapat maju karena pengusahanya memiliki semangat yang tinggi dalam berbisnis. "Dunia usaha itu bukan modelnya mengeluh, cari izin dan jual izin, itu namanya makelar," ujarnya.
Dalam acara itu, Kalla juga menolak permintaan Kadin agar semua tender proyek diketahui oleh organisasi ini. "Apa urusannya Kadin?" kata dia.
Kalla mengatakan, dia dilaporkan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta tentang permintaan Kadin tersebut. Menurut Kalla, saat ini yang harus dilakukan adalah mempermudah pengurusan tender bukan mempersulitnya.
Permintaan Kadin itu, kata dia, mengarah kepada pembentukan birokrasi baru di tubuh Kadin. "Ketika pemerintah membuat birokrasi, pengusaha Kadin marah," ujarnya.
Dia menilai aneh ketika Kadin justru membuat birokrasi. "Yang penting ikut (saja) tender yang betul. Jangan macam-macam," ujarnya.
Wakil Presiden menambahkan, dari pengalamannya permintaan seperti yang diajukan itu sering disalahgunakan. Dahulu, kata dia, pegawai administrasi Kadin memainkan aturan keanggotaan untuk menjual surat anggota dan memungut bayaran untuk mengikuti proyek.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





