Warnet Bakal Turunkan Tarif
Rabu, 28 Maret 2007 | 00:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Warung internet (warnet) akan menurunkan tarif menyusul penurunan tarif internet oleh operator telekomunikasi. Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika Rudi Rusdiah mengatakan, besarnya penurunan tarif itu diserahkan kepada masing-masing warnet.
"Besarnya penurunan tarif itu akan proporsional,” kata Rudi di Jakarta kemarin. Warnet juga akan menyesuaikan tarif dengan kualitas pelayanan. Sebab tarif yang diterapkan warnet sendiri tidak hanya dipengaruhi oleh sewa bandwith kepada operator.
Seperti diberitakan, dua operator telekomunikasi penyedia layanan akses Internet akan menurunkan tarifnya pada April 2007. PT Indosat Mega Media (IM2), yang semula menerapkan biaya Rp 5 juta per bulan untuk akses Internet tak terbatas, akan menurunkan tarif menjadi Rp 750 ribu.
Sementara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) akan menurunkan paket Speedy Personal dari Rp 300 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulan dengan kuota bandwidth 1 gigabita. Tarif pemakaian yang melebihi kuota juga akan diturunkan dari Rp 700 per megabita menjadi Rp 500.
Menurut Chief Commercial Director PT Cyberindo Aditama (CBN), Sugiharto Darmakusuma, rencana penurunan tarif internet bagi sebagian operator penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) secara tidak langsung akan menyerobot pangsa pasar mereka.
Rencana itu akan mendorong operator ISP untuk melakukan manuver pemasaran. "ISP harus lebih kreatif memasarkan produk mereka," ujar Sugiharto. Sebab ISP sendiri belum bisa menurunkan tarif lantaran operator telekomunikasi seperti Telkom belum akan menurunkan biaya penggunaan bandwidth.
Untuk memperoleh layanan dengan kapasitas 2 Mghz, setiap operator ISP harus mengeluarkan dana sekitar Rp 13,5 juta per bulan kepada Telkom. Menurut dia, biaya sebesar itu relatif mahal jika dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang hanya mematok sekitar Rp 600 ribu per bulan.
Menurut Ketua Asosiasi Penyelenggara jasa Internet, Sylvia Sumarlin operator ISP hanya akan menurunkan biaya jika operator pemilik jaringan menurunkan biaya sewa jaringan. "Kalo harga sewanya tidak turun, gimana kami mau turun," ujar Sylvia. Bagi ISP, biaya sewa jaringan memakan sekitar 35 persen dari operasionalisasi perusahaan.
Eko Nopiansyah | riky ferdianto





