Astro Harus Selesaikan Izin Labuh Measat-2
Kamis, 29 Maret 2007 | 07:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Direct Vision (Astro TV) harus menyelesaikan izin hak labuh satelit Measat-2 sebelum bermigrasi ke satelit Measat-3. Permohonan hak labuh yang diajukan oleh grup perusahaan astro, PT Broadband Multimedia, adalah untuk penggunaan measat-2.
“Satelit measat-2 telah memenuhi syarat teknis, yakni tidak saling mengganggu operasional satelit lain yang beroperasi di wilayah Indonesia," kata juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi departemen Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto, kepada Tempo melalui telepon seluler, hari ini.
Tapi, masalah resiprokal dengan Malaysia atau komitmen untuk memberikan hak yang sama bagi penyelenggara satelit Indonesia untuk beroperasi di Malaysia belum selesai.
"Jadi itu diselesaikan dulu, karena satelit Measat-3 belum dievaluasi syarat teknisnya,” ujar Gatot.
Seperti diberitakan hari ini, Astro akan bermigrasi dari Measat-2 ke Measat-3 pada Juni 2007. Prosesnya akan berlangsung selama 6 bulan. Selama masa itu, Astro akan mengganti dekoder dan perangkat antenna milik pelanggan tanpa dikenai biaya. Astro juga akan memanfaatkan Measat-2 sampai proses migrasi selesai.
Astro memasuki pasar Indonesia pada 28 Februari 2006 dengan 48 channel dan menggunakan empat transponder satelit Measat-2 serta berteknologi moving picture experts group (MPEG)-2. Pasca migrasi ke satelit Measat-3, channel Astro akan menjadi 150 channel menggunakan delapan transponder dan berteknologi kompresi digital MPEG-4.
Eko Nopiansyah
Topik :




Komentar Anda :