BPKN Menilai Katering Sumber Keracunan Makanan

Jum'at, 30 Maret 2007 | 12:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus keracunan makanan, meningkat setiap tahun. Berdasarkan temuan Badan Perlindungan Konsumen Nasional, sumber terbesar keracunan makanan berasal dari katering.

Anggota BPKN Franciscus Welirang, mengungkapkan, data Badan Pengawas Obat dan Makanan selama empat tahun terakhir menyebutkan bahwa industri jasa boga dan produk makanan rumah tangga memberi kontribusi yang paling besar (31%). Selain itu pangan olahan (20%), jajanan (13%) dan lain-lain (5%).

"Masalah keracunan makanan dari tahun ke tahun semakin meningkat," katanya. Untuk mencegah timbulnya kasus baru, sejak 2005 BPKN bekerja sama dengan Seafast Centre IPB.

Kedua lembaga ini mempelajari penanganan kasus-kasus pangan. Hasilnya berupa rekomendasi BPKN kepada pemerintah tentang kebijakan perlindungan konsumen di bidang pangan.

Masalah utama yang sering ditemui, kata Franciscus adalah keamanan pangan konsumen. Makanan tercampur dengan bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna, dan pemanis.

Selain itu, makanan dan minuman sering kali tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam label atau iklan. Produk-produk industri makanan dan minuman juga seringkali sudah kadaluarsa.

Irmawati






Komentar Anda

Kirim